Senin, 08 Juni 2015

Orange Marmalade 오렌지 마말레이드

Cast
1. Yeo Jin Goo as Jung Jae-Min
2. Seol Hyun as Baek Ma-Ri
3. Lee Jong-Hyun as Han Shi-Hoo
4. Gil Eun-Hye as Jo Ah-Ra
5. Ahn Kil-Kang as Baek Seung-Hoon (Ayahnya Baek Ma-Ri)
6. Yun Ye-Hee as Song Sun-Hwa (Ibunya Baek Ma-Ri)
7. Song Jong-Ho as Han Yoon-Jae (Ayah tiri Jung Jae-Min cum guru)
8. Lee Il-Hwa as Kang Min-Ha (Ibunya jung Jae-Min)
9. Jo Yi-Hyun as Baek Joseph (Adik lelaki Baek Ma-Ri)





Epi 1


Cerita ini dimulai dari flashback, seorang anak perempuan kecil bernama Baek Ma-Ri yang selalu ditinggal teman2nya karena mereka tidak mau bermain atau berjalan dengannya. Ma-Ri berteriak "Teman-teman, mari kita bermain bersama, aku pengen main sama kalian!". Tapi teman2nya meneriaki dia dan menatap Ma-Ri aneh karena mereka tau kalau Ma-Ri adalah vampire.
Saa ini Ma-Ri sudah tumbuh menjadi remaja cantik, sekarang dia kelas 2 SMA. Dia berada di dalam sebuah kereta menuju ke sekolah barunya, disitu ada tiga tempat duduk. Ma-Ri tertidur dan mengingat masa lalunya ketika diolok2 temen2 waktu kecil mereka semua bilang bahwa Ma-Ri adalah monster. Disebelahnya ada seorang lelaki kayaknya sih pekerja kantoran sedang berbuat asusila memegangi paha seorang wanita disampingnya. Ma-Ri mengigau dan berteriak "Hentikan!". Sontak saja semua penumpang menatap dia tapi pria tadi terkejut dan wanita disebelahnay kelihatan ketakutan. Pria tadi berkata:"Murid, kenapa kamu berteriak-teriak, memangnya apa yang aku lakukan kepadamu?" lau wanita yang ketakutan itu memukul kepalanya dengan tas sampai lelaki itu terjatuh dan berkata "Kamu, kamu melakukannya kepadaku, kamu yang bertindak asusila kepadaku". Wanita iu berkata bahwa dia adalah lelaki cabul. Ada sebungkus jus yang tercicir dari tas lelaki itu, ketika Ma-Ri mangambilnya tiba2 salah seorang penumpang tidak sengaja menginjaknya sampai menciprat kemukanya. ma-Ri kaget ternyata jus itu berisi darah. Pria cabul tadi ternyata vampire sama seperti Ma-Ri. Pria cabul tadi melihat darah yang berciciran membuat matanya berubah warna menjadi ungu kebiruan, kejadian tersebut membuat para penumpang ketakutan karena melihat vampire.
Di kereta itu ada seorang murid lelaki bernama Jung Jae-Min yang berseragam sama dengan Ma-Ri. Jae-Min menghampiri Ma-Ri berniat membantunya.
Jae-Min: "Kau...satu sekolahan denganku bukan?"
Ma-Ri tidak menjawab karena dia mencium bau darah benar-benar memikatnya
Jae-Min: "Apakah kau baik2 saja? bisakah kau berdiri sendiri?"
Ma-Ri sudah tidak kuat menahan bau darah diwajahnya dan didepannya ada Jae-Min yang semakin ingin menghisap darahnya, tiba2 speaker kereta memberitahukan kalau sekarang sampai di stasiun Seo Moo Yeok. Pria cabul tadi kabur dan Ma-Ri sadar panic lalu pergi turun di stasiun tadi.
Jae-Min pun terkejut kenapa dia turun di stasiun yang bukan pemberhentian sekolah "Jika kau turun, kau akan terlambat datang ke sekolah"
Ma-Ri pergi ke toilet dan membersihkan baju dan muka yang terkena percikan darah tadi, dia tiba2 ingin menjilat percikan darah itu tapi dia sadar dan berkata dalam hati bahwa dia bukan monster.
Sampai di kelas dia memang terlambat, guru mempersilahkan dia  untuk memperkenalkan diri dan duduk sebangku dengan Jung Soo Ri. Jae-Min terkejut bahwa murid yang di kereta tadi murid baru pindahan yang sekelas dengannya.
Melihat Jae-Min yang menatap kuat Ma-Ri, Jo Ah-Ra merasakan ketidaksukaannya pada Ma-Ri. Ah-Ra adalah seorang siswi kaya raja yang menyukai Jae-Min.
Di waktu istirahat, canteen menyediakan sub bawang putih, Ah-Ra mengatakan kepada teman2 mereka "Teman2 hari ini menu makananya sub bawang putih yang tidak disukai vampire"
Ma-Ri yang mendengar percakapan mereka pun mengambil sub bawang putih itu supaya temen2nya nggak curiga.
Setelah jam makan siang, Ma-Ri duduk di atap sekolah sendirian sambil meminum darah binatang yang dipack ayahnya dalam packet jus tomat sambil menulis sebuah lagu.
Dia mengatakan kepada dirinya sendiri dalam hati: "Seperti manusia normal, tanpa dicurigai aku harus melalui 2 tahun seperti ini setiap hari. Baek Ma-Ri, kau bias melakukannya dengan baik. Tanpa sengaja Jae-Min yangs edang berdiri diluar sekolah melihat Ma-Ri susuk dia atap sekolah sendirian dan Jae-Min berfikir entah kenapa dia sangat tertarik dengan seorang Baek Ma-Ri.
Sepualng sekolah Ah-Ra berjalan bersama Jae-Min, dia menunjukkan 2 tiket konser dan Ah-Ra berniat untuk memberikan 1 kepadanya api Jae-Min menolaknya
Jae-Min: " Aku memang ingin melihatnya tapi aku tidak ingin pergi"
Ah-Ra: "Kenapa?"
Jae-Min: "Hanya saja...aku berhenti bermain gitar. jika aku melihatnya, itu membuatku ingin memainkannya.
Tiba2 Ma-Ri lewat disamping mereka.
Jae-Min: "Ah-Ra, tiket ini banyak orang yang menginginkannya. cowok2 pasti berbaris karena mereka ingin melihat konser itu denganmu kaerna kau tau kan kau sangat terkenal di sekolahan ini. Aku penasaran kau nanti pergi dengan siapa"
Ah-Ra: "Jae-Min..."
Jae-Min tersenyum dan lari meninggalkan Ah-Ra dan berlari ke stasiun mengejar Ma-Ri.
Di dalam kereta, M-Ri mendapatkan tempat duduk dan Ja-Min berdiri saja karena tempat duduk sudah penuh. Di pemberhentian stasiun berikutnya seseorang didekat Ma-Ri turun dari kereta dan Jae-Min bergegas duduk di samping Ma-Ri. Jae-Min senang dan senyum sendiri karena dia duduk bersebelahan dengan Ma-Ri sementara Ma-Ri hanya mendengarkan music dengan earphonenya tanpa mengetahui kalau ketua kelasanya duduk disebelahnya. Ma-Ri tertidur dan bermimpi sedang berada di bawah pohon sakura yang sedang berguguran. Di dalam mimpinya Ma-Ri mencium aroma yang sangat lezat, di luar kesadarannya Ma-Ri masih tertidur dan mendekatkan wajahnya ke leher Jae-Min.
Jae-Min sangat terkejut dan gugup diam mematung sambil menelan ludah. Penumpang disekitarnya melihat mereka berdua melakukan hal yang tidak wajar, mungkin mereka berfikir kenapa murid2 jaman sekarng nggak punya malu berciuman di dalam kereta.
Ma-Ri yang sudah terbangun dari tidurnya sontak terkejut lalu beranjak dari tempat duduknya dan bergegas pergi meninggalkan Jae-Min yang terbengong. Jae-Min melihat buku Ma_Ri terjatuh dan mengambilnya.
Sesampainya dirumah, Ma-Ri membuka buku lagunya dan terkejut buku itu tidak ada di dalam tasnya.
Di rumah Jae-Min membuka2 buku milik Ma-Ri dan dia tau bahwa Ma-Ri pandai membuat lagu. Ja-Min membuak kotak kayu yang disimpannya, di dalam kotak kayu itu terdapat gitar baru pemberian ibunya.
Jae-Min membuka pita yang terikat rapi itu dan membaca surat dia dalamnya

"Selamat ulang tahun yang ke 14 tahun Jae-Min tercinta"
-Ibu-

Dia mengambil gitar itu dan memainkan lagu yang ditulis oleh Ma-Ri.
Keesokan harinya di dalam kelas, Jae-Min diam2 memperhatikan Ma-Ri, dia semakin penasaran dengan sosok Ma-Ri. Guru memanggil Jae-Min dan dia masih saja melamun memperhatikan Ma-Ri.
Guru: "Jae-Min!"
Jae-Min: " Perhatian!" (Ini adalah sebuah isyarat kalau pelajaran sudah usai dan murid2 harus memberikan salam kepada guru)
Semua murid:"Hahahaha...." (Mereka tertawa melihat Jae-Min)
Guru: "Aku belum 5 menit mengajar, haruskah aku berhenti dan pergi?"
Jae-Min: "Maafkan saya pak!"
Raut wajah Ah-Ra sangat kesal melihat Jae-Min memperhatikan Ma-Ri.
Sepulang sekolah Ah-Ra menemui Jae-Min berniat mengajak dia melihat konser bersama, di sampingnya dia melihat Ma-Ri yang sedang berjalan pulang menuju stasiun dengan earphone di telinganya kemudian dia mau saja diajak Ma-Ri karna dia ingin melihat Ma-Ri cemburu tapi ditengah perjalanan Jae-Min tiba2 menyuruh sopirnya Ah-Ra menghentiakn mobilnya dan meminta maaf kepada Ah-Ra karena dia tidak bias melihat konser itu dengannya. Jae-Min langsung berlari sekencangnya menuju stasiun untuk menemui Ma-Ri. Saat Ma-Ri akan masuk ke kereta Jae-Min menarik dan menahannya.
Jae-Min: Kau harus mita maaf, aku harus menerima maaf darimu"
Ma-Ri hanya diam saja menatap Jae-Min dengan heran. Jae-Min sadar kalau Ma-Ri sedang memakai earphone ditelinganya, dengan cepat dia menarik earphone itu.
Ja-Min: "kau bias mendengarku sekarang?"
Ma-Ri: "kau siapa?
Jae-Min: "Kau tidak tau aku?' tanyanya terkejut
Ma-Ri: "Kau mengenalku?"
Jae-Min: "Kita dikelas yang sama"
Ma-Ri yang berada di depan Jae-Min mencium bau darah Jae-Min yang begitu manis, dia cepat2 menyruh Ja-Min minggir karena dia ingin naik kereta. melihat jae-Min mendekat Ma-Ri terus menutup hidungnya
Ma-Ri: Pergi mandilah!"
Jae-Min: " Hey, aku mandi setiap hari! apa kau mengidap mysophobia?" (mysophobia: takut akan kuman)
Ma-Ri: "Bisakah kau berbicara kepadaku hal yang aku mengerti?"
Jae-Min: "kau hanya perlu meminta maaf kepadaku dengan tulus"
Ma-Ri: "Minta maaf untuk apa? Memangnya apa yang kulakuakn kepadamu?
Jae-Min: "Jadi kau tidak ingat kejadian kemarin? Kau tidak tau siapa aku? Aku selas denganmu dan kamu tidak tau aku?"
Ma-Ri: "Apa murid pindahan yang abru 2 hari harus mengenal setiap orang yang berada dikelasny?"
Jae-Min: "Aku Jung Jae-Min"
Ma-Ri: "Jung Ja-Min, terus? Apa salahku?"
Jae-Min: "Kenapa bertanya? Ingatlah sendiri, jadi aku akan terus berada disekitarmu sampai aku ingat kesalahanmu dan meminta maaf padaku. Apa kau menyukai music?"
Ma-Ri: "Tidak"
Jae-Min: "Lalu mengapa kamu membawa ini kemana2? sambil menunjuk earphone
Ma-Ri: "Aku tidak suka kebisingan"
Jae-Min: "Apa kau bias memainkan gitar?"
Ma-Ri: "Tidak"
Jae-Min mengeluarkan buku milik Ma-Ri dari dalam tasnya
Jae-Min: "Lalu apa ini? Ini seperti chord gitar "
Ma-Ri langusng menarik buku itu dari tangan  Jae-Min.
Diam-diam Ah-Ra melihat mereka berdua dengan perasaan jealous.


Pak Han sedang bersama Ibunya Jae-Min di stasiun. Pak Han menunjukkan foto2 Jae-Min ketika berada di sekolah.
Ibu Jae-Min: "Dia tumbuh dengan baik kan?"
Pak Han mengangguk.
Sebelum pergi Ibunya Jae-Min memberikan sebuah gitar pasa Pak Han
Ibu Jae-Min: " Aku ingin memberikan ini sendiri kepada Jae-Min tapi dia tidak ingin bertemu denganku"
Pak Han: "Aku akan mencoba meyakinkan dia" Sahutnya
Ibu Jae-Min: "Aku merasa sangat buruk membuatnya menyerah pada music, sesuatu yang disukainya. Ini semua karena aku, karena dia membenciku, dia membenci bakatnya juga" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Pak Han memeluk Ibu Jae-Min untuk menenangkannya.


Sampai dirumah, Jae-Min mengendus-endus bajunya yang tadi dibilang Ma-Ri bau tapi Jae-Min heran karena dia tidak mencium bau apapun atau sesuatu yang salah dengan bajunya. Dia bergegas pergi ke kamar mandi untuk mandi dan mencuci rambutnya.
Jae-Min menatap cermin kamar mandi dan berbicara sendiri.
Jae-Min: " Baek Ma-Ri, apakah wajahku ini wajah pasaran sampai kau tidak mengingat wajah ini oh? Siapa kau?" amuknya.
Setelah selesai mandi phone dia bordering, ternyata dari pak Han, dengan berat hati dan tidak suka dia mengangkat telephone itu. Rupanya Pak Han ingin bertemu dengannya di sebuah café.
Sampai di café, pak Han meminta Jae-Min untuk mencoba minuman yang disajikan. Pak Han memberitahu kalau minuman di café itu sangat enak.
Jae-Min: "Aku dating kesini tidak untuk mengatakan hal yang tidak kumau, aku dating kesini untuk mengatakan sesuatu yang sudah pasti tidak kusuka. Jadi, berhenti mengirimiku 20 pesan seperti orang penguntit, Guru"
Pak Han mengerti dan dia meminta Jae-Min mencoba jusnya terlebih dahulu.
Jae-Min: "Jangan mengatakan kepadaku bagaimana rasa lopi atau jus, itu membuatku merinding"
Pak Han: "Aku tau kamu adalah gitaris terbaik di band saat masih SMP, ayo kita bentuk band di sekolah. Kenapa kau menyembunyikan bakatmu? aku tau kau memainkannya sejak kau masih berumur 5tahun"
Jae-Min:: "Hentkan!" sahutnya dengan kesal. "Kenapa kau ikut campur dengan mimipiku? Kau cukup jadi suami ibuku dan jangan memcoba menjadi ayahku. Aku kesini untuk meminta padamau sebaiknya Anda pindah sekolah pada semester depan"
Setelah mengatakan itu Jae-Min beranjak dari kursinya.
Pak Han: "Tunggu, beberapa hari yang lalu adalah hari ulangtahunmu kan? Ini adalah hadiah dari Ibumu"
Jae-Min: "Aku bias menerimanya dan membuangnya ke tempat sampah kan?"
Jae-Min menyahut gitar itu dengan kasar dan beranjak pergi. Tepat ketika itu suara Ma-Ri terdengar di seluruh cafe tempat ibunya bekerja. Jae-Min menghentikan langkahnya. jae-Min terpesona dengan suara Ma-Ri yang sedang bernyanyi sambil memainkan piano.


Epi 2


Pak Han menghampiri Jae-Min yang sedang tertegun melihat Ma-Ri
Pak Han: "Jika saja ada anak seperti itu menjadi vokalis band kita disekolah"
Jae-Min: " Kalu begitu, apakah kau bias mendaoatkannya?"
Pak Han: " Hah?"
Jae-Min: "Itu Ma-Ri, anak pindahan di kelasku"
Sampai di rumah, Jae-Min memandangi gitar yang diberikan oleh Pak Han pemberian dari ibunya. Dia membayangkan waktu dulu ketika masih kecil, dia memainkan gitar sedangkan ibunya bermain piano. Mereka memainkan music bersama-sama.


Keesokan harinya disekolah, murid2 heboh dengan berita di TV mengenai wawancara dengan vampire yang kemarin tanyang di TV. Ma-Ri yang duduk diabangkunya merasa terganggu. diapun segera beranjak pergi. dia membuka locker dan mengambil dompet makan siangnya emudiaan pergi.
Jae-Min melangkah ke ruangan band sekolah yang sudah lama tidak dipakai, dia masuk dan melihat2 ruangan itu. Saat melihat gitar, dia diam2 memainkannya. Beberapa saat kemudian ketika dia akan meninggalkan ruangan itu, ia mendengar langkah kaki seseorang dating. jae-Min panic dan bersembunyi di bawah meja.
Ternyata yang datang itu adalah Ma-Ri yang masuk keruangan band karena sengaja mencari tempat yang sepi untuk meminum jus darahnya.
Ma-Ri melihat gitar yang sebelumnya dimainkan oleh jae-Min. Dia menaruh dompet jusnya di meja dan memainkan gitar itu.  Tanpa sengaja Ma-Ri menyenggol vas bunga dan Jae-Min yang bersembunyi di bawah meja dengan cepat menangkap vas bunga itu. Ma-Ri terkejut melihat Ja-Min berada dibawah meja.
Jae-Min: "tangkapan bagus!" seraya menunjukkan vas bunganya. " Kau bilang bahwa kau tidak tau cara memainkan gitar"
Ma-Ri meletakkan gitarnya kemudian bergegas pergi meninggalkan Ja-Min. Melihat Ma-Ri bersikap aneh Jae-Min menghela nafas panjang dan berkata dalam hati "Orang aneh".








Sabtu, 06 Juni 2015

Layang Tresno

Thu, 04/06/2015

Dear sweet heart,
I always miss you,

Hello, dear what I write about you, write by my heart please must read before you think negative. how can I explain about you. I never think negative for u if u r here or aren't here. I just realized when u come to my heart. I think always positive for u anywhere many many different of people in the world. Some body think love is blind, nothing but I think "Love is life" for me. "Love is master key because that open's the gate of happiness" really I love u so much forever. I put my hand on my heart here is one place I'm sure that's u r my love, life, hope, happiness and dream. I miss u every beat's of heart, per second, per minute, per hour u just think how much hour of day convert to second. I have no more time for counting every second I miss u. If I don't see u one day I can't control my heart u r every chamber of in my heart. I will pray God for u hope u always fine.

My life is empty without u. I am waiting for u please little think for me.
I Love u forever
I miss u
<3 My heart is crying


Haiyyah...seumur2 baru kali ini ada orang ngasih surat cinta ngenggres kek gini ama gue, hahaha...
Yahh di zaman 2015 yang serba touch screen ini dia mengirimkannya bukan pakek merpati putih terbang atau pakek postman. Dia ngirimnya via whatsapp boo....Daebakkk emang kece badai deh nulis pakek tangan terus kertas 2 lembarnya diphoto terus di kirim ke aku. 
Sebelumnya q kenalin deh orang kece yg ngewhatsapp gue dngn judul layang tresno ini. Entah lah dia suka beneran apa cuma mo iseng nggak tau juga tapi mungkin bener die tu suka ama gue tapi guenya yg infeel. Gue mah nganggep temen ya temen nggak lebih lagian q jg udah punya calon jodoh kok (calon hlo ya...😅😅😅😅)
Q sih dari dulu emang nggak minat ya ama cowok2 sini. Bknnya apa, gue masih normal jg sebagai cewek yg suka cowok tp nggak ada hasrat memiliki coy...cuma kalo liat sih sini cowoknya kebanyakan nggantheng vroh...naksir sir sih ada cuma kalo suruh jadian ya ogah banget. Palingan kalo liat cowok cakep senyum sama kiss bye dlm hati terus senyum2 bilang "Haigz...gantheng amat nih orang" wkwkw rasanya kayak di drakor.

Udah dulu deh ngeblognya nanti dilanjut lagi soalnya eneng mau nglanjutin packing kan hari ini public holiday. (Abis ret time pkl 1, pkl 2 balik lg ke Packing room)

Dan yang paling aneh ini orang nggak ada tameng malunya sikitpun, alih2 whatsapp "I love u" sejam sekali nggak pagi nggak siang nggak malem berapa kali dah x blh nak kira. Apa nggak bosan atuh bang?
Gue sih udah nolak secara halus dan sopan, jika anda terus memaksa ya jangan bilang kalau gue yang salah. Ngapain coba suka ama inyong, emang apa yg harus disukai dari seorang saya? Gue sih pengennya ngeblock ni orang tapi dikarenakan gue anaknya baik hati suka menolong dan rajin menabung ya gue biarin aja, palingan cuma tanda centhang tanpa read. Yah minta maaf aja deh lagian dari dulu udah bilang nggak suka masih aja pedekate.
Yang paling ngebetein itu dia yang selalu ngomment apa2 yang gue pakai, bag lah, kasut lah, tudung lah, embel2 abal2 lah bikin risih beut beb :(
apa coba emangnya eneng artis apa pake dikomenin pakai baju apa hari ini, lagian juga aku kerja tiap hari pake uniform keles...
Terus kesannya kayak dia teraniaya, kemarin tgl 07/06/15 dia entah kenapa jarinya diperban terus di photo n diwahatsapp ke gue gitu dengan caption because of u. Hloh bang, emang gue ngapain coba bedebah bener ni boy dalam hati gue :(
Terus whatsapp ke gue seribu kali nggak direply juga dianya keukeuh send sand send send tanpa tameng gitu bikin eneg aja.Tgl 23/06/15 kemarin jadi tanggal bersejarah juga gara2 ini bocah, masak iya dia ngasih q cincin silver 925 bermata dark pink. Ok lah kalau dia mo bagi beneran ya nggak papa tapi kalau gratis free dan tanpa bayar memang aku rada nggak enak hati. Aku pun nggak tau ini cincen beneran apa nipu tapi di cincin itu ada marknya 925 dan aku searching lah di Google dan benar saja itu asli silver, dan yang paling bikin aku nggak enak hati lagi kotak cincinnya Leong Cheong toko emas langgananku yang ada di Meru sebelah police station itu.
Aku: "U mana beli ini? Meru kan? Ok bagi resit nanti q change u punya money"
Dia: "RM2 saja, u bagi sekarang"
Aku: "Jangan menipu aku, ini lihat bekasnya aja aku tau ini toko emas yang ada di Meru tempat langgananku"
Eh, kita malah berdebat masalah duit, ya iyalah...secarrrrraaaaa...kalau barangan free juga aku nggak enak nrimanya.